Ujung-ujungnya malah kekecilan. Itulah keluhan paling sering kami dengar dari pelanggan yang sebelumnya beli gorden jadi di marketplace. Masalahnya bukan di produknya — tapi di pengukurannya. Satu kesalahan kecil saat ukur jendela gorden, dan hasilnya bisa bikin ruangan terlihat asal-asalan. Artikel ini akan membimbing Anda mengukur dengan benar, lengkap dengan trik yang jarang dibahas di tempat lain.

Alat yang Dibutuhkan Sebelum Mulai Mengukur

Jangan langsung ambil meteran dan mulai mengukur. Persiapan yang matang akan menghemat waktu dan mencegah kesalahan. Siapkan:

Satu hal yang sering dilupakan: ukur di dua titik berbeda untuk lebar dan tinggi. Jendela yang kelihatan simetris belum tentu benar-benar simetris. Deviasi 1-2 cm sangat umum terjadi, terutama pada bangunan yang sudah berusia lebih dari lima tahun.

Langkah-Langkah Ukur Jendela Gorden dengan Tepat

1. Ukur Lebar Kusen

Tarik meteran dari ujung luar kusen kiri ke ujung luar kusen kanan. Lakukan pengukuran di tiga titik: bagian atas, tengah, dan bawah. Catat angka terbesar sebagai acuan. Untuk gorden custom, tambahkan 15-20 cm di setiap sisi dari kusen. Ini bukan angka sembarangan — lipatan ekstra tersebut memastikan gorden menutup sempurna saat tertutup dan terlihat penuh saat terbuka.

Contoh praktis: lebar kusen jendela Anda 120 cm. Maka lebar kain gorden yang dibutuhkan adalah 120 + 30 (15×2) = 150 cm. Namun perlu diingat, ini ukuran kain yang dipasang, bukan jumlah lipatan. Untuk efek lipatan mewah, biasanya tukang gorden akan mengalikan 1.5x atau 2x dari lebar tersebut.

2. Ukur Tinggi Gorden

Titik awal pengukuran tinggi tergantung jenis pemasangan:

Trik khusus: jika lantai tidak rata, ukur di tiga titik berbeda (kiri, tengah, kanan) dan ambil yang terpendek. Gorden yang menyentuh lantai di satu sisi tapi menggantung di sisi lain terlihat sangat tidak rapi.

3. Perhatikan Hambatan di Sekitar Jendela

Sebelum finalisasi ukuran, cek apakah ada:

Hambatan-hambatan ini menentukan jenis rel atau batang yang cocok. Misalnya, jika jarak antara plafon dan AC hanya 10 cm, pemasangan cara pasang gorden dengan rel ceiling mount mungkin tidak ideal — lebih baik gunakan batang yang dipasang di dinding.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Hanya mengukur kaca jendela. Banyak orang mengukur area kaca saja, padahal yang perlu ditutup adalah keseluruhan kusen. Hasilnya, gorden kekecilan dan cahaya masih menembus dari sisi-sisi.

Mengabaikan tumpukan lantai (puddle). Jika menginginkan gorden yang menjuntai ke lantai, tambahkan 5-10 cm ekstra di bagian bawah. Tapi untuk ruangan dengan kelembaban tinggi seperti dapur, hindari tumpukan ini karena ujung gorden akan cepat kotor.

Tidak memperhitungkan lipatan kain. Gorden dengan lebar 150 cm tidak berarti kainnya 150 cm. Untuk efek gelombang yang cantik, kain yang dibutuhkan bisa 2-3 kali lipat dari lebar jendela. Ini yang membedakan gorden custom dari gorden siap pakai — proporsinya bisa disesuaikan persis dengan kebutuhan ruangan Anda.

Tabel Referensi Cepat untuk Berbagai Ukuran Jendela

Lebar JendelaLebar Gorden (termasuk sisi)Tinggi Standar
80 cm110-120 cm150-240 cm
120 cm150-160 cm150-240 cm
150 cm180-200 cm150-240 cm
200 cm230-240 cm150-240 cm

*Tabel di atas adalah panduan umum. Ukuran aktual bisa berbeda tergantung model lipatan dan jenis kain yang dipilih.

FAQ Seputar Ukur Jendela Gorden

Berapa cm lebih lebar dari jendela untuk gorden?
Idealnya gorden 15-20 cm lebih lebar dari kusen jendela di setiap sisi agar terlihat penuh dan elegan. Untuk ruang tamu yang ingin kesan mewah, bisa ditambah hingga 25 cm per sisi.

Apakah Koee Gorden menyediakan jasa ukur?
Ya, survei dan pengukuran GRATIS untuk area Sidoarjo, Surabaya, Gresik, dan Mojokerto. Tim kami akan datang langsung ke lokasi, mengukur sekaligus membawa contoh kain dan katalog. Hubungi 0856-4527-5390 untuk menjadwalkan kunjungan.

Pengukuran yang akurat adalah fondasi dari gorden yang sempurna. Jika ragu dengan hasil ukuran sendiri, jangan sungkan untuk menggunakan jasa profesional — lebih baik ukur ulang daripada menyesal setelah gorden terpasang.