Baru pasang wallpaper tiga bulan lalu, tapi sudah terlihat kusam dan berdebu? Tenang, bukan berarti wallpaper Anda jelek atau kualitasnya buruk. Masalahnya sering kali terletak pada cara perawatan yang kurang tepat. Membersihkan wallpaper ternyata tidak bisa asal lap—setiap jenis material punya perlakuan berbeda, dan kesalahan kecil bisa berakibat warna pudar atau permukaan rusak permanen.
Artikel ini akan membahas secara lengkap cara merawat wallpaper agar tetap terlihat seperti baru dalam jangka panjang. Simak baik-baik, terutama jika Anda menggunakan wallpaper custom dari Koee Gorden yang sudah terpasang di rumah Anda.
Kenali Jenis Wallpaper Sebelum Membersihkan
Kesalahan terbesar yang sering dilakukan pemilik rumah adalah langsung mengelap wallpaper tanpa tahu jenis bahannya. Di pasaran Sidoarjo dan Surabaya, setidaknya ada tiga jenis wallpaper yang paling umum dipasang:
- Wallpaper Vinyl — Jenis paling populer karena tahan air dan mudah dibersihkan. Permukaannya dilapisi lapisan PVC sehingga bisa dilap menggunakan kain lembap tanpa masalah.
- Wallpaper Non-Woven (Flizeline) — Bahan ini cukup kuat dan bernapas, tapi sensitif terhadap air berlebih. Cukup gunakan kain kering atau sedikit lembap.
- Wallpaper Kertas (Paper-Based) — Harganya paling terjangkau, tapi sangat rentan terhadap air. Air langsung bisa membuatnya melar, sobek, atau bahkan lepas dari dinding.
Jadi, bolehkah wallpaper dicuci? Jawabannya tergantung jenisnya. Wallpaper vinyl bisa dilap dengan kain basah, sedangkan wallpaper kertas sama sekali tidak boleh terkena air langsung. Pastikan Anda mengetahui jenis wallpaper yang terpasang di rumah sebelum mulai membersihkan.
Teknik Membersihkan yang Aman untuk Semua Jenis
Ada satu teknik universal yang relatif aman untuk semua jenis wallpaper, yaitu metode kering terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
- Langkah 1 — Hilangkan debu: Gunakan kemoceng berbulu lembut atau vacuum cleaner dengan nozzle khusus furnitur. Arahkan sapuan dari atas ke bawah agar debu tidak menyebar ke area yang sudah bersih.
- Langkah 2 — Lap noda ringan: Siapkan kain microfiber yang dibasahi sedikit, lalu peras hingga nyaris kering. Tambahkan satu tetes sabun lembut (seperti sabun bayi) untuk noda yang membandel.
- Langkah 3 — Keringkan segera: Setelah dilap, langsung keringkan area tersebut dengan kain kering. Jangan biarkan uap air menempel terlalu lama, terutama pada wallpaper non-woven dan kertas.
Penting: jangan pernah menggunakan bahan kimia keras seperti pemutih, thinner, atau cairan pembersih berbasis alkohol. Zat-zat ini bisa merusak lapisan warna dan membuat wallpaper terlihat belang.
Jadwal Perawatan yang Ideal
Banyak pemilik rumah baru membersihkan wallpaper kalau sudah terlihat kotor. Padahal, perawatan rutin jauh lebih efektif dan memperpanjang umur wallpaper hingga 5-10 tahun. Berikut jadwal yang kami rekomendasikan:
- Setiap minggu: Lap debu menggunakan kemoceng atau kain microfiber kering. Aktivitas ini hanya butuh waktu 5-10 menit per ruangan.
- Setiap 3-6 bulan: Lakukan pembersihan mendalam dengan kain lembap untuk wallpaper vinyl, atau teknik dry cleaning untuk wallpaper kertas. Frekuensi ini bisa lebih sering jika ruangan berdebu atau terpapar asap dapur.
- Setiap tahun: Periksa bagian tepi dan sudut wallpaper. Jika ada bagian yang mulai mengelupas, segera rekatkan kembali sebelum kerusakan meluas.
Tips Khusus untuk Noda Membandel
Menemukan noda tinta, bekas jari anak-anak, atau percikan minyak di wallpaper memang bikin panik. Tapi jangan buru-buru menggosok—itu justru bisa membuat noda meresap lebih dalam. Berikut panduan berdasarkan jenis nodanya:
- Noda tinta atau spidol: Oleskan sedikit pasta gigi putih (bukan gel) pada kain lembut, lalu tepuk-tepuk perlahan di area noda. Jangan digosok.
- Noda minyak atau lemak: Taburkan bedak talk atau baking soda di atas noda, diamkan 15 menit, lalu sikat perlahan dengan kuas berbulu halus.
- Noda air (water stain): Ini yang paling tricky. Untuk wallpaper vinyl, coba lap dengan larutan cuka putih dan air (1:3). Untuk jenis lain, lebih baik konsultasikan ke profesional karena risiko kerusakan cukup tinggi.
Satu hal yang sering dilupakan: selalu uji coba di area tersembunyi sebelum membersihkan area yang terlihat. Bagian belakang furnitur yang menempel ke dinding bisa menjadi tempat uji coba yang aman.
Pertanyaan Umum Seputar Perawatan Wallpaper
Berapa lama wallpaper bisa bertahan jika dirawat dengan benar?
Wallpaper berkualitas yang dirawat rutin bisa bertahan 7-15 tahun tanpa perlu diganti. Kuncinya adalah konsistensi dalam pembersihan mingguan dan penanganan noda yang cepat.
Apakah wallpaper di ruang dapur lebih cepat kotor?
Ya, percikan minyak dan uap masakan membuat wallpaper di area dapur lebih rentan kotor. Untuk ruang ini, kami selalu merekomendasikan wallpaper vinyl karena permukaannya yang tahan air dan mudah dilap.
Bisakah wallpaper yang sudah menguning diputihkan kembali?
Sayangnya, wallpaper yang menguning akibat paparan sinar matahari atau usia tidak bisa dikembalikan ke kondisi semula. Solusi terbaik adalah menggantinya, atau menggunakan wallpaper anti-UV yang lebih tahan terhadap perubahan warna.
Memilih wallpaper yang tepat sejak awal akan sangat menentukan kemudahan perawatan di kemudian hari. Jika Anda berencana memasang wallpaper baru di rumah area Sidoarjo, Surabaya, Gresik, atau Mojokerto, tim Koee Gorden siap membantu dari konsultasi pemilihan material hingga pemasangan profesional. Hubungi kami di WhatsApp 0856-4527-5390 untuk survei lokasi gratis dan rekomendasi wallpaper yang sesuai kebutuhan ruangan Anda.



